Perubahan Alokasi Portofolio Investasi selama Covid

Tidak terasa pemberlakuan PSBB mencegah penularan covid sudah 3 bulan sejak Maret 2020. Selama 3 bulan ini aku mencari informasi dan bekal untuk membenahi portofolio investasi aku karena aku sudah mulai panic di keadaan pasar saham pada akhir Maret kemarin. Ada perubahan yang signifikan terjadi pada jenis investasi yang aku miliki.

Saham

Jujur dalam masa covid ini, investasi yang bikin aku rugi anjlok adalah saham. Kenapa? karena pengalaman dan ilmu aku masih kurang banget. Tapi dengan percaya dirinya, aku yakin walaupun mengalami kerugian, suatu saat nanti pasti bisa balik lagi uang kerugian aku itu. “Itung-itung kerugian kemarin buat bayar mamber premium atau ikut kelas saham” – pikirku

Jadi waktu dulu bulan Januari aku sudah sempat cuan dalam portofolio aku, dan sudah dapet deviden pula. Tapi karena ada rasa penasaran akan ritme pasar, akhirnya aku diemin sampai covid datang. Setelah itu, yang aku peroleh bukanlah cuan tapi rugi, karena kerugian aku tidak sebanding dengan deviden yang diterima.

Sejak mengalami kerugian, ada saat dimana aku mulai portofolio distancing (ga beli saham sama sekali dan hanya punya cash di portofolio). Disaat sadar akan kurangnya ilmu, mulailah aku sering ikut iglive, youtube, telegram channel dan telegram grup para pakar/ahli, sampai ikut mamber premium aku ikutin pula, saking penasarannya. Hari demi hari pun kalo ga liat iglive pasti liat youtube, telegram, ritmenya seperti itu. Tapi untuk ikut mamber sebenarnya cocok-cocokan, dan sampai saat ini, pake mamber hanya sebagai sampingan aja, jadi tidak semua rekomendasi mamber aku ikutin, balik lagi ke keputusan aku.

Balik lagi, setelah kemarin sempat rugi, trus ada perasaan pesimis, dan sampe kepo-kepo ke para pakar/ahli, akhirnya aku pahami karakter aku dalam saham, ternyata swing trading/ short trading. Alasannya apa? Karena aku ga betahan ternyata, suka gelisah kalo simpen saham jangka menengah atau panjang. Walaupun kalo simpen jangka panjang bisa memperoleh deviden dan capital gain, tapi apa daya sejak covid ada, menurutku, deviden jadi kurang menarik.

Berikut perbedaan perilakuku dengan saham, sebelum covid dan setelah covid.

  1. Dulu menganalisa dengan ala-ala, sekarang lagi mengenal dengan RSI.
  2. Dulu semua cash yang ada di portofolio, aku belikan saham semua. Itu ga cocok ternyata buat aku pribadi. Sekarang hanya 50% cash di portofolio yang aku gunakan untuk trading, sisa cashnya buat jaga-jaga untuk avg atau melirik saham yang lebih menarik lagi. Minimal aku sisain 25-30% cash yang tidak digunakan sama sekali di portofolio.
  3. Dulu hanya fokus BBCA, BBRI, BMRI, UNVR, MAPI saja. Sekarang banyak pilihan dan lagi suka memperhatikan PTBA, CTRA, HMSP, BTPS, APLN, TLKM.
  4. Dulu harga udah tinggi, malah dikejar buat beli. Yups ini kesalahan. Mending sabar aja sekarang atau cari yang lain.
  5. Lagi suka banyakin lot pada saham yang murah ketimbang beli saham yang mahal.
  6. Sudah berjalan 1 tahun bersaham, di tahun masih awal-awal ini, memilih untuk “gimana caranya modalku ga tergerus” karena di lapangan sungguh sangat menantang.
  7. Sekarang kalo sudah ada yang untung sesuai keinginan, langsung jual, tanpa mikir panjang.
  8. Sudah tidak memperhatikan perolehan deviden berapa.
  9. Tidak yuk nabung saham lagi sekarang.
  10. Berkawan yang satu frekuensi obrolan, setidaknya bisa membuat semangat cuan bersama, belajar bersama, jadi happy bersama.

Reksadana

Blesss hampir semua reksadana aku cobain, mulai dari RD pasar uang, RD pendapatan tetap, RD saham, RD campuran, dan yang belum aku coba reksadana index & ETF apala itu. Sebenarnya, di reksadana ini aku masih yakin dan ga yakin investasi di sini, terlebih banyak berita-berita negatif tentang reksadana belakangan ini, jadi kurang penasaran akan reksadana. Setelah di coba pertengahan tahun 2019 sampai 2020 krisis akibat covid, secara keseluruhan aku lebih nyaman investasi di RD pasar uang dan RD campuran.

Alasan aku,

  1. RD pasar uang returnnya kecil, tapi selalu naik, cuma ritmenya pelan, jadi disinila investasi teraman aku selama covid. Tidak minus sama sekali. Tapi ini perjuangan juga si, aku dulu masih asal aja pilih yang mana, berkat informasi dari para pakar/ahli di media digital, jadi tau cara-caranya.
  2. RD campuran, disini aku baru bener-bener coba RD campuran yang Schroder Dana Kombinasi, tertarik SDK karena penjelasan di salah satu blog pakar gitu review SDK dan ada teman aku juga yang sudah pernah menggunakan SDK ini, katanya oke. Pas aku bandingkan dengan RDC yang lain, hanya SDK aja yang grafiknya konsisten. Apalagi di jaman covid gini, mana ada yang mau investasinya minus terus. Makanya ku memberanikan diri milih ini, walaupun awalnya sempat minus dikit, tapi sekarang lagi bangkit, yang penting di RDC ini, aku pribadi lebih prefer beli secara konsisten, bukan beli banyak di depan, berlaku juga untuk RDPU dan jujur RDC ini masih 1 bulan perjalanan.

Apa Kabar RD pendapatan tetap dan RD saham? sudah aku jual semua saat covid datang, makin parah minusnya, aku gatel liat minusnya itu, apalagi kalo yang minus RD Saham, mendingan liat minusnya portofolio saham aku langsung, karena jelas porsi persentase yang aku punya di saham apa aja. Hahahaha

Berikut perbedaan perilakuku dengan reksadana, sebelum covid dan setelah covid.

  1. RD pendapatan tetap dan RD saham yang dulu aku jual, dan aku ganti ke RD campuran SDK yang lebih stabil.
  2. Lebih dari 6 bulan fokus ke RDPU jadi makin suka RDPU karena returnnya lebih tinggi ketimbang deposito dan pencairannya bisa kapan saja (hari kerja).

P2P lending

Yups aku baru coba ini pertengahan Maret 2020 kemarin! Aku kira di p2p ini dia akan gagal bayar, apalagi ketidakpastian ekonomi semenjak covid ini. Ternyata tidak juga, karena perusahaan yang aku biayai malah mempercepat pembayaran pokok+bungaku. Jadi makin yakin, yang penting harus pinter-pinter pilih perusahaan (bisa cari informasi ke orang-orang yang lebih berpengalaman).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s